Posted by: kaliwinongo | October 27, 2009

Kualitas Air Sungai Winongo

Kualitas Air Sungai Winongo dan Efektivitas Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta No. 214/KPTS/1991 Tentang Baku Mutu Lingkungan Daerah Dalam Mencegah Pencemaran di Sungai

Oleh : Hendra Michael Aquan NIM 31010855

Pencemaran sungai Winongo di Yogyakarta disebabkan oleh limbah industri dan domestik. Pencemaran ini berdampak pada kualitas air sungai. Untuk mengatasinya, Pemerintah Daerah Propinsi DIY mengeluarkan Keputusan Gubernur No. 214/KPTS/1991 tentang Baku Mutu Lingkungan Daerah untuk Wilayah Propinsi DIY yang bertujuan untuk mencegah pencemaran di sungai. Berdasarkan peraturan tersebut, dibuatlah Program Kali Bersih dengan tujuan menyadarkan kalangan industri untuk memperhatikan buangan limbahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kualitas air dan tingkat pencemaran sungai Winongo berdasarkan indeks pencemaran (IP), trend pencemaran di sungai Winongo, serta mengetahui efektifitas Kep. Gub. DIY No. 214/KPTS/1991 dalam mencegah pencemaran di sungai.

Pengambilan sampel dilakukan di sembilan stasiun penelitian meliputi Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Sampel diambil di tengah aliran sungai, dengan kedalaman pengambilan sampel ± ½ kedalaman sesungguhnya dengan pengulangan pengambilan sebanyak tiga kali. Parameter kualitas air yang diukur meliputi fisik (suhu, kecepatan arus, kedalaman), kimia (DO, BOD, COD) dan mikrobiologi (total Coliform). Data yang diperoleh dibandingkan dengan Kep. Gub. DIY No. 214/KPTS/1991 untuk mengetahui status badan air. Metode IP digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran. Untuk mengetahui perbedaan parameter antar stasiun digunakan uji statistik ANOVA dan diuji lebih lanjut dengan uji Duncan (a = 0,01). Selain itu digunakan uji korelasi untuk mengetahui hubungan keaktifan peserta PROKASIH dengan kualitas air sungai.

Hasil analisa menunjukkan bahwa sungai Winongo, berdasarkan parameter DO, COD dan Coliform pada badan air golongan B sudah tidak sesuai dengan peruntukannya. Seharusnya penentuan kesesuaian badan air dengan peruntukannya ini perlu ditambah dengan parameter kritis seperti B3 dan logam berat, karena sifatnya yang persisten di lingkungan dan berbahaya bagi mahluk hidup. Analisa trend pencemaran tahun 2000 sampai 2005 menunjukkan adanya penurunan pencemaran di sungai Winongo dilihat dari IP dan konsentrasi pencemar (BOD, COD dan Coliform). Disamping itu Kep. Gub. DIY No. 214/KPTS/1991 yang digunakan sebagai alat untuk mencegah pencemaran di Propinsi DIY cukup efektif untuk mencegah pencemaran di sungai Winongo khususnya yang berasal dari limbah industri, akan tetapi belum efektif untuk mencegah pencemaran yang berasal dari limbah domestik.

(Sumber: http://hendra-aquan.blog.friendster.com)

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: